Buat SuAmI..

When we first met, I fell in love with you. I knew right then you were the only one for me. As time goes by, our love grows stronger still. You're the most amazing man I ever knew. The place I want to be is close to you. There’s ecstasy and peace in your embrace. I know that I can cope with what life brings as long as I wake up to see your face.Thank you my treasured and cherished love. Your loving and caring have made our marriage a blissful adventure of two! Thanks Love.

together forever til jannah

Daisypath Anniversary tickers

♥SoPhea AdriANNa♥

Lilypie Third Birthday tickers

♥sOpHEA aLEESya♥

Lilypie Second Birthday tickers
bila tiada yang baik untuk diucapkan.
maka diamlah.
itu lebih baik dari bicara yang sia-sia.

sama seperti berbicara,
bila tiada yang bermanfaat dan berfaedah untuk ditulis dan dikongsikan,
maka diamkanlah jemarimu.
sepi dari catatan.
itu lebih baik daripada menulis perkara yang sia-sia.

Thursday, November 13, 2008

HADIAH MALAM JUMAAT



Perkara : Hadiah Malam Jumaat (Pengalaman Salih Al Mazi)

Pada suatu malam bertepatan malam Jumaat Salih Al Mazi pergi ke Masjid Jamik
untuk mengerjakan solat subuh.

Kebiasaannya ia berangkat awal sebelum masuk waktu subuh dan melalui sebuah
pekuburan.

Di situ Salih duduk sekejap sambil membaca apa-apa yang boleh mendatangkan pahala bagi ahli kubur
memandangkan waktu subuh masih lama lagi.

Tiba-tiba dia tertidur dan bermimpi melihat ahli-ahli kubur keluar beramai-ramai dari kubur masing-masing.

Mereka duduk dalam kumpulan-kumpulan sambil berbual-bual sesama mereka.

Al Mazy ternampak seorang pemuda ahli kubur memakai baju kotor serta tidak
berkumpul dengan ahli-ahli kubur yang lain.

Dia duduk seorang diri di tepi kuburnya dengan wajah murung, gelisah
kerana sedih.

Tidak berapa lama kemudian datang malaikat membawa beberapa talam yang ditutup
dengan sapu tangan.

Seolah-olah seperti cahaya yang gemerlapan, Malaikat mendatangi para ahli
kubur dengan membawa talam-talam itu, tiap seorang mengambil satu talam dan dibawanya masuk ke dalam kuburnya.

Semua ahli kubur mendapat satu talam seorang sehingga tinggallah si pemuda yang kelihatan sedih itu
seorang diri tidak mendapat apa-apa.

Dengan perasaan yang sedih dan duka dia bangun dan masuk semula ke dalam kuburnya.

Tapi sebelum dia masuk, Al Mazy yang bermimpi segera menahannya untuk
bertanyakan keadaannya.

"Wahai hamba Allah ! Aku lihat engkau terlalu sedih mengapa ?" tanya Salih Al
Mazy. "Wahai Salih, adakah engkau lihat talam-talam yang dibawa masuk oleh malaikat sebentar tadi?"

tanya pemuda itu.

"Ya aku melihatnya. Tapi apa benda di dalam talam-talam itu?" tanya Al Mazy lagi.

Si pemuda menerangkan bahwa talam-talam itu berisi hadiah orang-orang yang
masih hidup untuk orang-orang yang sudah mati yang terdiri dari pahala sedekah, bacaan ayat-ayat suci Al
Quran dan doa.

Hadiah-hadiah itu selalunya datang setiap malam Jumaat atau pada hari Jumaat.

Si pemuda kemudian menerangkan tentang dirinya dengan panjang lebar. Katanya
dia ada seorang ibu yang masih hidup di alam dunia bahkan telah berkahwin dengan suami
baru.Akibatnya dia lupa untuk bersedekah untuk anaknya yang sudah meninggal dunia sehingga tidak ada lagi orang yang
mengingati si pemuda.

Maka sedihlah si pemuda setiap malam dan hari jumaat apabila melihat orang-
orang lain menerima hadiah sedangkan dia seorang tidak menerimanya.

Al-Mazy sangat kasihan mendengarkan cerita si pemuda lalu ia bertanya nama dan alamat ibunya ia dapat menyampaikan keadaan anaknya.

Si pemuda menerangkan sifat2 ibunya. Kemudian Al Maizy terjaga. Pada sebelah
paginya Al Maizy terus pergi mencari alamat ibu pemuda tersebut.

Setelah mencari kesana kemari beliau pun berjumpa ibu si pemuda tersebut lantas menceritakan perihal mimpinya.

Ibunya menangis mendengar keterangan Al Maizy mengenai nasib anaknya yang merana di alam barzah.

Kemudian ia berkata :"Wahai Salih ! Memang betul dia adalah anakku.

Dialah belahan hatiku, dia keluar dari dalam perutku. Dia membesar dengan
minum susu dari dadaku dan ribaanku inilah tempat dia berbaring dan tidur ketika kecilnya."

Al Maizy turut sedih melihat keadaan ibu yang meratap dan menangis penuh
penyesalan kerana tidak ingat untuk mendoakan anaknya selama ini.

"Kalau begitu saya mohon minta diri dahulu." kata Al maizy lalu bangun
meninggalkan wanita tersebut.

Tatkala dia cuba untuk melangkah si ibu menahannya agar jangan pulang
dahulu.

Dia masuk kedalam biliknya lalu keluar dengan membawa wang sebanyak seribu dirham. "Wahai Salih, ambil
wang ini dan sedekahkanlah untuk anakku, cahaya mataku.

Insya Allah aku tidak akan melupakannya untuk
berdoa dan bersedekah untuknya selama aku masih hidup."

Salih Al Maizy mengambil wang itu disedekahkannya kepada fakir miskin sehingga tidak sesenpun
dari seribu dirham itu yang tinggal.

Dilakukannya semua itu sebagai memenuhi amanah yang diberi kepadanya oleh ibu pemuda tersebut.

Pada suatu malam Jumaat di selepas itu, Al Maizy berangkat ke masjid jamik untuk solat jamaah.

Dalam perjalanan sebagaimana biasa ia singgah di perkuburan. Di situlah ia
terlena sekejap dan bermimpi melihat ahli-ahli kubur keluar dari kubur masing2. Si pemuda yang dulunya
kelihatan sedih seorang diri kini keluar bersama-sama dengan memakai pakaian putih yang cantik serta mukanya
kelihatan sangat gumbira.

Pemuda tersebut mendekati Salih Al Maizy seraya berkata : "Wahai tuan Salih,
aku ucapkan terima kasih kepadamu. Semoga Allah membalas kebaikanmu itu. "

"Hadiah dari ibuku telah ku terima pada hari jumaat." katanya lagi.

"Eh, Engkau boleh mengetahui hari Jumaat ?" tanya Al Maizy.

"Ya, Tahu." "Apa tandanya?"

"Jika burung-burung di udara berkicau dan berkata "Selamat selamat pada hari
yang baik ini, yakni hari Jumaat."

Salih Al Maizy terjaga dari tidurnya. Ia cuba mengingati mimpinya dan merasa gumbira kerana
sipemuda telah mendapat rahmat dari Allah disebabkan sedekah dan doa dari ibunya.

(Petikan kisah Wali-Wali Allah (2) terbitan syarikat Nurulhas).

"Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW)

Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-
dosamu.

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar." (Surah Al-Ahzab:71)"

Tuesday, November 11, 2008

What's Your Name's Hidden Meaning?



............+++ NOOR SAFINEE +++...............

You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.
You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts.
You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.

You are well rounded, with a complete perspective on life.
You are solid and dependable. You are loyal, and people can count on you.
At times, you can be a bit too serious. You tend to put too much pressure on yourself.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You're always up to something.
You have a ton of energy, and most people can't handle you. You're very intense.
You definitely are a handful, and you're likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.

You are the total package - suave, sexy, smart, and strong.
You have the whole world under your spell, and you can influence almost everyone you know.
You don't always resist your urges to crush the weak. Just remember, they don't have as much going for them as you do.

You are usually the best at everything ... you strive for perfection.
You are confident, authoritative, and aggressive.
You have the classic “Type A” personality.

You are loving, compassionate, and ruled by your feelings.
You are able to be a foundation for other people... but you still know how to have fun.
Sometimes your emotions weigh you down, but you generally feel free from them.

You tend to be pretty tightly wound. It's easy to get you excited... which can be a good or bad thing.
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don't stick with any one thing for very long.
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.

You are friendly, charming, and warm. You get along with almost everyone.
You work hard not to rock the boat. Your easy going attitude brings people together.
At times, you can be a little flaky and irresponsible. But for the important things, you pull it together.

Monday, November 10, 2008

If SoMEonE cOmes INtO uR LIvE lifE'S


If someone comes into your life and becomes a part of you but for some reasons he couldn’t stay, don’t cry too much… Just be glad that your paths crossed and; somehow he made you happy even for a while. Bottom-line :Time will tell. if he’s yours he will surely come back.

Don’t throw your back to love when it’s already in front of you. Don’t drive it away from you because if you do, someday you’ll think again why you let love fly away when it was once residing next to you. Bottom-line : Treasure the one who loves you! t’s not easy to find a person who loves you. It’s always more valuable to have a sincere heart.

The greatest regrets in our lives are the risks we did not take. If you think something will make you. happy, GO FOR IT. Remember that we pass this way only once. Bottom-line : Time doesn’t wait. If you think you might have found the right one, treasure the person, don’t let that person get away. Don’t let fear hold You back. Give it a try else you might regret later…"No one other than ourselves know what can truly make us happy.

"Two tear drops were floating down the river. One teardrop said to the other, "I’m the teardrop of a girl who loved a man ! and lost him. Who are you?" …"I’m the teardrop of the man who regrets letting a girl go…" Bottom-line : Nobody will sympathize with a person who constantly lets chances pass by without making any efforts to salvage them. We normally don’t realize how important our loved and close ones are until they leave us, and then we start regretting, which results in misery. Lost time is NEVER gained again.

P/S: YOU are too late.....................

WoNdERmILk CuPcaKeS...........+_+



salam...
hehehe...
wonder why ker?

nehhh...sebenarnyer ssaya suker g wondermilk tue...yesterday g sana...tempah cupcakes tuk besday ayh...;p...actually besday ayah on 5th November aritu...
heapi besday ayah.....;p...we all lurv u...he's the best Man on earth i've ever had...lurv u...tp ayh demam semalam...cian yer...

aku g sana nga b tghari semalam...lucky us sampai2 jer kat sana ujan lebat giler....kan ujan ptg semalam?kami dari Kl actually...g jalan2 cari tpt makan...kat Kl pun da agak2 renyai jadi redah jer...;p

weekend nie adik aku lik umah..yeah ueah..alhamdulillah...dia da abes paper da..insyaallah grad...;p...aku doakan kejayaan mereka walau di mana saja mereka berada...jadi dapat lah kami celebrate besday ayah nie nanti..;)

x sabar nak tunggu weekend nie g pick up cakes ngan bee...;p
teringat tyme aku wat besday suprise tuk dia last month...hehehe..

......SELAMAT HARI LAHIR AYAH..............

Tuesday, November 4, 2008

ADa uNtUkMU.............

Di sana pungguk menanti
Mengharap bulan membalas rindu di hati
Di sini aku berdiri
Menunggu penuh dengan kesabaran

Tanpa manis madah
Janji yang puitis
Tuk persembahan
Hanya ketulusan
Sekeping hati suci

Aku
Berikan kasih
Kalau itu yang kau mahu dari ku
Aku
Berikan cinta
Untuk membahagiakan hari mu
Aku
Sayang dirimu
Biarpun nafas ku sampai terhenti

Akanku kota janji kita
Mendirikan Tajmahal cinta
Seteguh kasih
Shah Jehan kepada Mumtaznya

Terasa indah pabila berdua
Semakin tiba saat bahagia
Merai cinta kita

Aku
Berikan kasih
Kalau itu yang kau mahu dari ku
Aku
Berikan cinta
Untuk membahagiakan hari mu
Aku
Sayang padamu
Biarpun nafas ku sampai terhenti

Akanku kota janji kita
Mendirikan tajmahal cinta
Seteguh kasih
Shah Jehan kepada Mumtaznya

Monday, November 3, 2008

Bila yang nyata dibiar, yang tersembunyi dicari

Bila yang nyata dibiar, yang tersembunyi dicari
Dalam hadis Muslim, seorang lelaki datang kepada Nabi saw dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku mengubati seorang wanita di hujung bandar. Aku telah melakukan kepadanya (seks), cuma aku tidak menyetubuhinya. Inilah aku, maka hukumlah aku apa yang engkau mahu. Lalu ‘Umar (Ibn Khattab) berkata kepadanya: “Allah telah tutupi keaibanmu jika engkau menutupi dirimu”. Nabi saw tidak berkata apa-apa. Lalu lelaki itu bangun dan pergi. Nabi saw menyuruh seorang lelaki memanggilnya dan membaca kepadanya firman Allah (maksudnya) “Dan dirikanlah sembahyang pada dua bahagian siang (pagi dan petang), dan pada waktu-waktu yang berhampiran dengannya dari malam. Sesungguhnya kebaikan itu menghapuskan kejahatan.

Perintah-perintah Allah yang demikian adalah menjadi peringatan bagi orang-orang yang mahu beringat” (Surah Hud ayat 114). Maka ada seorang bertanya: “Wahai Nabi Allah, ini khas untuknya sahajakah? Jawab Nabi saw: “Bahkan untuk manusia keseluruhannya”.

Demikianlah hadis ini menggambarkan Nabi SAW tidak mendedahkan keaiban orang lain selagi keburukan itu tidak dilakukan secara terang-terang. Juga, amalan soleh seperti solat boleh menghapuskan keburukan yang dilakukan. Ya, Islam memang mengharamkan zina dan maksiat seks. Namun, Islam juga mengharamkan mendedahkan aib orang lain yang bersifat peribadi dan tidak mengancam keselamatan awam dan empunya berusaha menutupinya. Dahulu saya sudah sebut hal ini. Ada yang enggan mendengarnya kerana mereka merasakan mungkar mesti didedahkan sebagai pengajaran. Padahal Islam mempunyai pendirian yang berbeza. Akhirnya, hasil daripada sikap suka mengintai dan mendedahkan perkara dalam ‘kain orang lain’ sekalipun pelakunya cuba menyembunyikannya, maka kita lihat penyakit ini merebak ke dalam berbagai sektor kehidupan. Politik kita pun, politik lawan selak kain. Ekonomi pun demikian. Akhirnya, harga maruah menjadi murah dalam masyarakat kita. Sesetengah media, memang suka berita sensasi tentang maruah ‘orang lain’ untuk dilelong. Namun Islam menentang cara yang demikian. Maksiat yang dibanteras secara keras oleh Islam adalah maksiat yang berlaku secara terbuka kerana ia menggalakkan aktiviti mungkar dan mencemarkan iklim masyarakat Muslim. Adapun maksiat berlaku secara sembunyi dan hanya membabitkan soal peribadi insan, bukan keselamatan awam, maka ia tidak didedahkan. Al-Imam al-Ghazali (meninggal 505H) dalam kitabnya Ihya ‘Ulum al-Din. telah menyebut mengenai rukun-rukun pelaksanaan Hisbah. Hisbah bermaksud pelaksanaan al-Amr bi al-Ma‘ruf (menyuruh kepada kebaikan) apabila jelas ia ditinggalkan, dan al-Nahy ‘An al-Munkar (pencegahan kemungkaran) apabila jelas ia dilakukan. Rukun ketiga yang disebut oleh al-Imam al-Ghazali ialah: “Hendaklah kemungkaran tersebut zahir (jelas) kepada ahli hisbah tanpa perlu melakukan intipan. Sesiapa yang menutup sesuatu kemaksiatan di dalam rumahnya, dan mengunci pintunya maka tidak harus untuk kita mengintipnya. Allah Ta‘ala telah melarang hal ini. Kisah ‘Umar dan ‘Abd al-Rahman bin ‘Auf mengenai perkara ini sangat masyhur. Kami telah menyebutnya dalam kitab Adab al-Suhbah (Adab-Adab Persahabatan). Begitu juga apa yang diriwayatkan bahawa ‘Umar r.a. telah memanjat rumah seorang lelaki dan mendapatinya dalam keadaan yang tidak wajar. Lelaki tersebut telah membantah ‘Umar dan berkata: “Jika aku menderhakai Allah pada satu perkara, sesungguhnya engkau telah menderhakai-Nya pada tiga perkara. ‘Umar bertanya: “Apa dia?”. Dia berkata: Allah Taala telah berfirman (maksudnya: Jangan kamu mengintip mencari kesalahan orang lain). Sesungguhnya engkau telah melakukannya. Allah berfirman: (Maksudnya: Masukilah rumah melalui pintu-pintunya). Sesungguhnya engkau telah memanjat dari bumbung. Allah berfirman: (maksudnya: janganlah kamu masuk ke dalam manamana rumah yang bukan rumah kamu, sehingga kamu lebih dahulu meminta izin serta memberi salam kepada penduduknya). Sesungguhnya engkau tidak memberi salam. Maka ‘Umar pun meninggalkannya…Maka ketahuilah bahawa sesiapa yang mengunci pintu rumahnya dan bersembunyi di sebalik dindingnya, maka tidak harus seseorang memasuki tanpa izin daripadanya hanya kerana ingin mengetahui perbuatan maksiat. Kecuali jika ia nyata sehingga diketahui oleh sesiapa yang berada di luar rumah tersebut..” (Al-Ghazali, Ihya ‘Ulum al-Din, 3/28, Beirut: Dar al-Khair 1990).

Tokoh ulama semasa seperti al-Qaradawi telah menyebut perkara yang hampir sama. Beliau dalam bukunya Min Fiqh al-Daulah fi al-Islam telah menyatakan: “Kemungkaran itu mesti nyata dan dilihat. Adapun jika pelakunya melakukannya secara sembunyian dari pandangan manusia dan menutup pintu rumahnya, maka tidak seorang pun boleh mengintip atau merakamnya secara diam-diam dengan menggunakan alat elektronik atau kamera video atau menyerbu rumahnya untuk memastikan kemungkarannya. Inilah yang ditunjukkan pada lafaz hadis “barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya….” Dikaitkan kewajipan mengubah itu dengan melihat atau menyaksikan kemungkaran. Tidak dikaitkan dengan mendengar tentang kemungkaran dari orang lain. Ini kerana Islam tidak menjatuhkan hukuman kepada orang yang mengerjakan kemungkaran secara bersembunyi dan tidak menampakkannya. Diserahkan hanya kepada Allah untuk menghisabnya pada hari kiamat. Hisab ini bukan menjadi wewenang seseorang di dunia. Sehinggalah dia melakukannya secara terang-terangan dan menyingkap keaibannya. Bahkan hukuman Ilahi itu lebih ringan bagi orang menutupi kemungkarannya dengan menggunakan tabir Allah dan tidak menampakkan kederhakaannya sebagaimana yang disebutkan dalam hadis sahih: (bermaksud):“Setiap umatku diberikan keampunan kecuali orang-orang yang menampakkan (dosanya)” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim). Justeru, tiada seorang pun mempunyai wewenang untuk menjatuhkan hukuman terhadap kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan secara sembunyi. Terutamanya maksiat hati seperti riyak, kemunafikan, kesombongan, dengki, kikir dan lain-lainnya. Sekalipun agama menganggapnya sebagai dosa besar, namun tidak dibantah-selagi tidak zahir dalam bentuk amalan. Sebabnya ialah kita diperintahkan untuk menghakimi manusia apa yang kita nampak. Adapun hal-hal yang tersembunyi kita serahkan kepada Allah”. Lalu al-Qaradawi menyebut kisah Saidina ‘Umar tadi. (Al-Qaradawi, Min Fiqh al-Daulah fi al-Islam, m.s. 124, Kaherah: Dar al-Syuruq).

SeKAdaR saTU pERiNgataN

Beberapa waktu yang berlalu, aku semakin lupa beberapa hal dalam hidup yang sebelum ini membelenggu fikiran sehingga mencetuskan semacam suatu keganjilan dan gangguan.

Kadang-kadang aku memikirkan, apa juga masalah yang membelenggu hidup sekali pun, hidup perlu diteruskan tanpa mengira sebarang gugahan dan hadangan, atau apa juga kesudahannya.

Itulah kehidupan sejak beberapa waktu dan aku menerima penuh faham dan sedar beberapa perkara dalam lingkungan hidup sebenarnya bukan kawalan dan ketentuannya, melainkan diriKU hanya berusaha.

Dan bukankah aku mahu berusaha dengan penuh kejujuran dan dilakukan dengan penuh rasa ingin berbakti, mahu berjasa dalam hidup ini, sebelum maut menjemput ajal.
Itu bukan sumpah sebenarnya, melainkan perjanjian dalam diam bahawa diriku sebagai makhluk akan melakukan sesuatu dalam hidup ini, suatu yang dicetuskan oleh keazaman dan kesedaran diri.

AKu sedar, ada perkara yang perlu dibiarkan, bukan tidak dipeduli, membiarkan segalanya berlaku mengikut aturan alam dan kehidupan, lalu tidak ada sebab untuk berasa gusar dan bimbang, tidak ada sebab untuk berasa ada gangguan yang tiba-tiba mengganggu kehidupan.

Maruah

Kadang-kadang aku selalu memikirkan, mengingatkan diri bahawa aku tidak boleh gagal dalam usaha dan pekerjaan dan menjadikan diri sebagai bahan ketawa golongan yang tidak senang terhadap diriku.

Tentunya, tatkala mengingat perkara ini aku amat sedar betapa besar maruah yang perlu ditanggung dan dibeli, bahawa segalanya terletak pada dirinya dan berkait langsung dengan dirinya.

Selama ini pun aku menyandarkan hidup kepada suatu nilai dan prinsip – berusaha dan bekerja dan mengetepikan soal apakah faedah yang diperoleh, apakah manfaat yang dinikmati.

Bukankah aku mahu menjadikan kejujuran dan keikhlasan sebagai teras dalam perjuangan dan hidup, aku tidak mengharap suatu yang bersifat kebendaan dan kemewahan harta. Apa ada pada gaji beribu jika tiada keiklhlasan?tiada gunanya jika sekadar menunjuk dan meninggi diri dengannya?

Kadang-kadang aku merasakan hidup ini sekadar memadai, tidak menjadi amat kekurangan sehingga tidak mencukupi, tidak berlebihan sehingga melimpah-ruah sehingga menjadi suatu pembaziran atau menunjuk-nunjuk yang akhirnya hanya memakan diri sendiri…(aku tertawa sendiri saat ini, mengenang seorang Manusia yang tidak tahu diri barangkali)

Malah katanya, dia selalu senang hati dengan kehidupannya kini, dan itu antara sebab mengapa dia tidak terus terbeban dengan harapan besarnya yang tergalang, dan setiap hari yang dilalui dapat dirasainya, memberikan rasa senang dan tenang.

Siapakah peduli akan kemungkinan seperti ini suatu ketika dulu, atau, tidak ada sesiapa pun yang mahu memikirkan, malah pada suatu tahap masa kewujudannya seperti tidak mungkin menjadi kenyataan. Tapi mungkin dia tidak perasan yang kehadirannya semakin tidak di perlukan….tidak diinginkan lagi…

Bukankah itu suatu kejayaan dan maknanya? Hakikatnya, pengertian pada terdirinya struktur ini amat besar dan hanya perasaan jujur yang mahu mengakui sudah ada usaha yang dilakukan, dan selepas itu, tidak hanya setakat di situ dan segalanya seperti terhenti, tanpa gerak dan denyut.

Itulah kejayaan yang menyebabkan ada manusia lain, ada kumpulan lain yang berasa cemburu dan merasakan ada sebab untuk berasa sedemikian, dan memikirkan ada kewajaran untuk bertindak, paling tidak pun dengan menunjukkan rasa bermusuhan atau tidak menyenangiKu.

Dan bukankah aku menyedari hal seperti ini sudah berlaku, dan tidak sekadar bibit atau tanda yang kabur, aku sendiri dapat merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan pernah tercetus hingga menjadi angkara perasaan dan sikap.

Tidak ada pertentangan terbuka tidak bermakna tidak ada pertembungan, tidak bermaksud kehidupan yang tenang itu sebenar-benar tenang dan damai, sebagaimana lazim orang akan mengatakan, air tenang jangan disangka tidak ada bahaya atau pemangsa.

Apakah semuanya itu di luar pengalaman, atau aku mahu membutakan mata dan ingatan daripada hal seperti ini, semata-mata mahu terus memandang ke depan dan beranggapan dan berjaya sejarah tidak lebih daripada suatu penceritaan dan pengisahan.

Maka atas sebab sifat sebegitu aku mahu beranggapan dan percaya tidak perlu untuk terlampau memikirkan perkara seperti ini sebagai suatu bebanan, sedangkan sesuatu yang diabai juga boleh memberikan manfaat.

Aku sudah melakukan yang terbaik selama ini, berusaha dengan daya termampu dan sering berbekalkan ingatan betapa dirinya sebenarnya amat kerdil dalam percaturan dan perjalanan hidup.

Dan aku sudah menanam tekad sejak beberapa waktu dulu, lebih baik berbuat sesuatu daripada hanya berdiam diri dan mengharap, mudah berputus asa dan terlalu peduli kepada hal sekeliling yang mungkin palsu dan tidak benar.

Bukankah aku sudah melakukan sesuatu dan hanya perlu bersabar, selain meneruskan usaha dan kesungguhan seperti yang dilakukannya selama ini, tanpa mahu peduli apakah usahanya gagal atau berjaya.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَ‌جِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا