Buat SuAmI..

When we first met, I fell in love with you. I knew right then you were the only one for me. As time goes by, our love grows stronger still. You're the most amazing man I ever knew. The place I want to be is close to you. There’s ecstasy and peace in your embrace. I know that I can cope with what life brings as long as I wake up to see your face.Thank you my treasured and cherished love. Your loving and caring have made our marriage a blissful adventure of two! Thanks Love.

together forever til jannah

Daisypath Anniversary tickers

♥SoPhea AdriANNa♥

Lilypie Third Birthday tickers

♥sOpHEA aLEESya♥

Lilypie Second Birthday tickers
bila tiada yang baik untuk diucapkan.
maka diamlah.
itu lebih baik dari bicara yang sia-sia.

sama seperti berbicara,
bila tiada yang bermanfaat dan berfaedah untuk ditulis dan dikongsikan,
maka diamkanlah jemarimu.
sepi dari catatan.
itu lebih baik daripada menulis perkara yang sia-sia.

Thursday, April 16, 2009

MaNUsIA yanG luPA diRi

(dedikasi untuk yang rasa didedikasikan)

Manusia lupa diri itu realiti, malim kundang itu bukan mitos malah benar, bidalan lama yang berbunyi ibarat kacang lupakan kulit itu juga ada! Lebih-lebih lagi manusia yang bongkak, yang hanya melihat kelemahan orang lain dan menghindar jauh kekurangan diri, semua ini memang realiti.

Manusia juga bila diatas selalu rasa diri hebat, selalu anggap diri berkuasa dan jarang senyum memaling muka, bagi mereka, sungguh-sungguh yakin yang berada di bawah mereka itu kecil cuma, maklumlah berada di tempat tinggi.

Tapi sedar tak mereka orang di bawah yang melihat mereka juga kecil sahaja sebab mereka nun jauh di ataskan, jadi tiadalah bezanya sama-sama nampak kecil, hanya diri sendiri yang rasa teruja dan dipuja sedangkan orang lain anggap biasa sahaja!

25 tahun hidup di muka bumi ini, pelbagai jenis manusia aku temui, dan akan lebih banyak aku kenali nanti, cukup kenal cara mereka menari, gaya mereka berinteraksi, lenggok mereka berperi dan langkah mereka berpuisi.

Manusia itu memang banyak ragamnya, banyak sungguh caranya, banyak sungguh gayanya, banyak sungguh perilakunya dan banyak sungguh wajahnya.
Paling aku tak sudi mengenali yang mudah lupa diri, yang baik hanya untuk keuntungan diri, yang berupura-pura baik budi, yang rasa dia lah baik pekerti dan yang merasakan semua perlu melihatnya sebagai penghias peribadi.

Aku pernah difitnah oleh manusia yang nak jadi kawan konon, dimusuhi oleh mereka yang muka pun aku x penah tengok sekali, itulah nasih aku.
Aku juga pernah membantu manusia yang aku anggap bak saudara sedarah, namun akhirnya aku kecewa kerana silap juga pilihan aku, dia hanya memerlukan aku bila tersepit, dilepaskan di gagah berlari dan tak pernah lagi pijak di bumi.

Manusia lupa diri, bila dongak bintang di langit dia terus lupa rumput yang dipijak dibumi, sedangkan bintang itu belum pun mampu malah takkan terdaya dia sentuh! Manusia ini adalh petualang, yang lupa asal usul biar baru sekali mata berkelip!

AKU: bukan manusia lupa diri, namun manusia biasa jua tetapi selalu punya harga diri!

7 comments:

  1. buat aper nak sombong, hidup kat dunia ni sementara ajer..

    ReplyDelete
  2. so stay the way u are

    :)

    ReplyDelete
  3. apei:
    ya laa bro..
    tau xper..;)
    sombong2 pun apa dapat kan?

    one love:
    insyaallah sista...;)
    u too...

    love u..enjoy ur weekend sis..;p

    ReplyDelete
  4. burung kalau terbang setinggi mana pun bila petang hinggap lah jua ia kesarang.

    Begitulah warna-warna kehidupan. Bermacam ragam. Itu yang membuat hidup ini lebih menarik.

    Just be yourself dear!

    ReplyDelete
  5. i will DR...
    thanks for da advise...;)

    biler main golf lagi?

    ReplyDelete
  6. baru juga mau ngomong hal ini di artikel berikutnya tapi hanya sebagian saja sih.

    hal yang paling menarik perhatian tulisanmu ini. kamu tahu cerita malin kundang juga?

    hehhehhe

    ReplyDelete
  7. aku tahu saja zener..;)
    hasilkan penulisan kamu..
    nanti aku baca in ok...

    ReplyDelete

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَ‌جِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا